Sunday, August 19, 2007
Monday, August 13, 2007
Antara Taqlid dan Ittiba
ANTARA TAQLID DAN ITTIBA'
Oleh
Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Ittiba’ (mengikuti) kebenaran adalah kewajiban setiap manusia sebagaimana Alloh wajibkan setiap manusia agar selalu ittiba’ kepada wahyu yang diturunkan oleh Alloh kepada Rasul-Nya. Alloh jadikan wahyu tersebut sebagai petunjuk bagi manusia di dalam kehidupannya.
Tidak ada yang membangkang kepada perintah Alloh tersebut kecuali orang-orang yang taqlid kepada nenek moyangnya atau kebiasaan yang berlaku di sekelilingnya atau hawa nafsunya yang mengajak untuk membangkang dari perintah AlIoh. Mereka tolak datangnya kebenaran karena taqlid.
Tidak ada satu pun kesesatan kecuali disebabkan taqlid kepada kebatilan yang diperindah oleh iblis sehingga tampak sebagai kebenaran. Inilah sebab kesesatan setiap kaum para rasul yang menolak dakwah para rasul. IniIah sebab kesesatan orang-orang Nashara yang taqlid kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka. Inilah sebab kesesatan setiap kelompok ahli bid’ah yang taqlid kepada pemikiran-pemikiran sesat dan gembong-gembong mereka.
Para pengikut kesesatan ini menggunakan segala cara untuk mempertahankan kesesatan mereka sekaligus mengajak orang-orang selain mereka kepada jalan mereka. Mereka sebarkan syubhat bahwa orang yang ittiba’ kepada manhaj para ulama adalah taqlid kepada ulama. Mereka campur adukkan antara taqlid dan ittiba’.
Jika mereka diseru untuk meninggalkan taqlid kepada pemikiran para pemimpin kesesatan mereka, mereka balik membantah, “Wahai para Salafiyyun kalian jugataqlid kepada para ulama kalian!”
Inilah jalan setiap pemilik kesesatan dari masa ke masa, mereka gabungkan antara kebatilan dengan kebenaran, mereka kaburkan garis pemisah antara keduanya.
Dengan memhon Taufiq dari Alloh pada pembahasan kali ini kami ketengahkan kepada pembaca beberapa perbedaan yang mendasar antara taqlid dan ittiba’ agar kita bisa memahaminya dengan benar, dan sekaligus -bi’idznillah-bisa menepis syubhat para pemilik kebatilan dalam masalah ini.
DEFINISI TAQLID
Taqlid secara bahasa adalah meletakkan “al-qiladatun” (kalung) ke leher. Dipakai juga dalam hal menyerahkan perkara kepada seseorang seakan-. akan perkara tersebut diletakkan di lehernya seperti kalung. [Lisanul Arab 3/367 dan Mudzakkirah Ushul Fiqh hal.3 14]
Adapun taqlid menurut istilah adalah mengikuti perkataan yang tidak ada hujjahnya sebagaimana dikatakan oleh Al-Imam Abu Abdillah bin Khuwaiz Mindad [Jami’ Bayanil Ilmi waAhlihi 2/993 dan l’lamul Muwaqqi’in 2/178]
Ada juga yang mengatakan bahwa taqlid adalah mengikuti perkataan orang lain tanpa mengetahui dalilnya. [Mudzakkirah Ushul Fiqh hal. 3 14]
CELAAN TERHADAP TAQLID
Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mencela taqlid dalam Kitab-Nya, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb selain Allah” [AtTaubah :31]
Ketika Adi bin Hatim Radhiyallahu ‘anhu mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam membaca ayat Ini maka dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, kami dulu tidak menjadikan mereka sebagai rabb rabb.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya, Bukankah jika mereka halalkan kepada kalian apa yang diharamkan atas kalian maka kalian juga menghalalkannya, dan jika mereka haramkan apa yang dihalalkan atas kalian maka kalian juga mengharamkannya?” Adi Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ltulah peribadatan kepada mereka” [Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Jami’ nya 3095 dan Baihaqidalam Sunan Kubra 10/116 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Ghayatul Maram hal.20]
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.” (Rasul itu) berkata: ‘Apakah (kamu akan mengikutinyajuga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya” [Az-Zukhruf : 23-24]
Al-Imam lbnu Abdil Barr rahimahullahu berkata, “Karena mereka taqlid kepada bapak-bapak mereka maka mereka tidak mau mengikuti petunjuk para Rasul” [Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/977]
Alloh menyifati orang-orang yang taqlid dengan firman-Nya.
“Artinya : Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-arang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun” [Al-Anfal : 22]
“Artinya : Ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dan orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali” [Al-Baqarah : 166]
Al-Imam Ibnu Abdil Barr berkata, “Para ulama berargumen dengan ayat-ayat mi untuk membatalkan taqlid” [Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/978]
WAJIBNYA ITTIBA’
Ittiba’ adalah menempuh jalan orang yang (wajib) diikuti dan melakukan apa yang dia lakukan. [I’Iamul Muwaqqi’in 2/171]
Seorang muslim wajib ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dengan menempuh jalan yang beliau tempuh dan melakukan apa yang beliau lakukan. Begitu banyak ayat Al-Qur’an yang memerintahkan setiap muslim agar selalu ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di antaranya firman Alloh.
“Artinya : Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, makasesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” [Ali lmran : 32]
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [Al-Hujurat : 1]
“Artinya : Hal orang-arang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah Ia kepoda Allah (AlQur ‘an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” [An-Nisa :59].
“Artinya : Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintal Alloh, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. “Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Ali lmran :31]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya seandainya Musa hidup maka tidak boleh baginya kecuali mengikutiku” [Dikeluarkan oleh Abdur Razzaq dalamMushannafnya 6/Fl 3, lbnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya 9/47, Ahmad dalam Musnadnya 3/387, dan lbnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayan Ilmi 2/805, Syaikh Al-Albani berkata dalam Irwa’ 6/34, “Hasan”]
Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata, “Jika Musa Kalimullah tidak boleh ittiba’ kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimana dengan yang lainnya? Hadits ini merupakan dalil yang qath‘i atas wajibnya mengesakan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam hal ittiba’, dan ini merupakan konsekuensi syahadat ‘anna Muhammadan rasulullah”, karena itulah Alloh sebutkan dalam ayat di atas (Ali lmran : 31) bahwa ittiba’ kepada Rasulullah bukan kepada yang lainnya adalah dalil kecintaan Alloh kepadanya” [Muqaddimah Bidayatus Sul fi Tafdhili Rasul hal.5-6]
Demikian juga Alloh memerintahkan setiap muslim agar ittiba’ kepada sabilil mukminin yaitu jalan para sahabat Rasulullah dan mengancam dengan hukuman yang berat kepada siapa saja yang menyeleweng darinya:
“Artinya : Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudahjelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan Ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan Ia ke dalam jahanam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”. [An-Nisa’: 115]
Pengertian lain dari ittiba’ adalah jika engkau mengikuti suatu perkataan seseorang yang nampak bagimu keshahihannya sebagaimana diktakan oleh Al-Imam Ibnu Abdil Barr dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/787.
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata, “Aku tidak pernah mendebat seorang pun kecuali aku katakan: Ya Alloh jalankan kebenaran pada hati dan lisannya, jika kebenaran bersamaku maka dia ittiba’ kepadaku dan jika kebenaran bersamanya maka aku ittiba’ padanya” [Qawa’idul Ahkam fi Mashalihil Anam oleh Al-’Izz bin Abdis Salam 2/I 36]
TAQLID BUKANLAH ITTIBA’
Al-Imam lbnu Abdil Barr berkata, “Taqlid menurut para ulama bukan ittiba, karena ittiba’ adalah jika engkau mengikuti perkataan seseorang yang nampak bagimu keshahihan perkataannya, dan taqlid adalah jika engkau mengikuti perkataan seseorang dalam keadaan engkau tidak tahu segi dan makna perkataannya” [Jami’ Bayanil Ilmi waAhlihi 2/787]
Abu Abdillah bin Khuwaiz Mindad berkata, “Taqlid maknanya dalam syari‘at adalah merujuk kepada suatu perkataan yang tidak ada argumennya, ini adalah dilarang dalam syari’at, adapun ittiba maka adalah yang kokoh argumennya”.
Beliau juga berkata, “Setiap orang yang engkau ikuti perkataannya tanpa ada dalil yang mewajibkanmu untuk mengikutinya maka engkau telah taqlid kepadanya, dan taqlid dalam agama tidak shahih. Setiap orang yang dalil mewajibkanmu untuk mengikuti perkataannya maka engkau ittiba’ kepadanya. Ittiba’ dalam agama dibolehkan dan taqlid dilarang” [Dinukil oleh Ibnu Abdil Barr dalam kmtabnya Jami’ Bayanil Ilmi waAhlihi 2/993]
PARA IMAM MELARANG TAQLID DAN MEWAJIBKAN ITTIBA’
Diantara hal lain yang menunjukkan perbedaan yang mendasar antara taqlid dan ittiba’ adalah larangan para imam kepada para pengikutnya dan taqlid dan perintah mereka kepada para pengikutnya agar selalu ittiba’:
Al-Imam Abu Hanifah berkata, “Tidak halal atas seorangpun mengambil perkataan kami selama dia tidak tahu dari mana kami mengambilnya” Dalam riwayat lain beliau berkata, “Orang yang tidak tahu dalilku, haram atasnya berfatwa dengan perkataanku” [Dinukil oleh Ibnu Abidin dalam Hasyiyahnya atas Bahru Raiq 6/293 dan Sya’ rany dalam Al-Mizan 1/55]
Al-Imam Malik berkata : “Sesungguhnya aku adalah manusia yang bisa benar dan keliru. Lihatlah pendapatku, setiap yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah maka ambillah, dan setiap yang tidak sesual dengan Kitab dan Sunnah maka tinggalkanlah” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam Al-Jami’ 2/32]
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata, “Jika kalian menjumpai sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , ittiba’lah kepadanya, janganlah kalian menoleh kepada perkataan siapapun” [Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ 9/107 dengan sanad yang shahih]
Beliau juga berkata, “Setiap yang aku katakan, kemudian ada hadits shahih yang menyelisihinya, maka hadits Nabi , lebih utama untuk diikuti. Janganlah kalian taqlid kepadaku”. [Diriwayatkan olehAbu Hatim dalamAdab Syafi’i hal.93 dengan sanad yang shahih]
Al-Imam Ahmad berkata, “Janganlah.engkau taqlid dalam agamamu kepada seorangpun dari mereka, apa yang datang dari Nabi dan para sahabatnya ambillah” Beliau juga berkata, “Ittiba’ adalah jika seseorang mengikuti apa yang datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya” [Masa’iI Al-Imam Ahmad oleh Abu Dawud hal.276- 277]
ITTIBA ADALAH JALAN AHLI SUNNAH DAN TAQLID ADALAH JALAN AHLI BID’AH
Al-Imam Ibnu Abil ‘Izz Al Hanafy berkata, “Umat ini telah sepakat bahwa tidak wajib taat kepada seorangpun dalam segala sesuatu kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam …makà barangsiapa yang ta’ashub (fanatik) kepada salah seorang imam dan mengesampingkan yang lainnya seperti orang yang ta’ashub kepada seorang sahabat dan mengesampingkan yang lainnya, seperti orang-orang Rafidhah yang ta’ashub kepada Ali dan mengesampingkan tiga khalifah yang lainnya. ini jalannya ahlul ahwa” [Al-Ittiba’ cet. kedua hal. 80]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Barangsiapa yang ta’ ashub kepada seseorang, dia kedudukannya seperti orang-orang Rafidhah yang ta’ashub kepada salah seorang sahabat, dan seperti orang-orang Khawarij. ini adalah jalan ahli bid’ ah dan ahwa’ yang mereka keluar dan syari’at dengan kesepakatan umat dan menurut Kitab dan Sunnah ... yang wajib kepada semua makhluk adalah ittiba’ kepada seorang yang ma’shum (yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam) yang tidak mengucap dan hawa nafsunya, yang dia ucapkan adalah wahyu yang diturunkan kepadanya” [Mukhtashar Fatawa Mishniyyah hal.46-47]
Oleh
Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Ittiba’ (mengikuti) kebenaran adalah kewajiban setiap manusia sebagaimana Alloh wajibkan setiap manusia agar selalu ittiba’ kepada wahyu yang diturunkan oleh Alloh kepada Rasul-Nya. Alloh jadikan wahyu tersebut sebagai petunjuk bagi manusia di dalam kehidupannya.
Tidak ada yang membangkang kepada perintah Alloh tersebut kecuali orang-orang yang taqlid kepada nenek moyangnya atau kebiasaan yang berlaku di sekelilingnya atau hawa nafsunya yang mengajak untuk membangkang dari perintah AlIoh. Mereka tolak datangnya kebenaran karena taqlid.
Tidak ada satu pun kesesatan kecuali disebabkan taqlid kepada kebatilan yang diperindah oleh iblis sehingga tampak sebagai kebenaran. Inilah sebab kesesatan setiap kaum para rasul yang menolak dakwah para rasul. IniIah sebab kesesatan orang-orang Nashara yang taqlid kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka. Inilah sebab kesesatan setiap kelompok ahli bid’ah yang taqlid kepada pemikiran-pemikiran sesat dan gembong-gembong mereka.
Para pengikut kesesatan ini menggunakan segala cara untuk mempertahankan kesesatan mereka sekaligus mengajak orang-orang selain mereka kepada jalan mereka. Mereka sebarkan syubhat bahwa orang yang ittiba’ kepada manhaj para ulama adalah taqlid kepada ulama. Mereka campur adukkan antara taqlid dan ittiba’.
Jika mereka diseru untuk meninggalkan taqlid kepada pemikiran para pemimpin kesesatan mereka, mereka balik membantah, “Wahai para Salafiyyun kalian jugataqlid kepada para ulama kalian!”
Inilah jalan setiap pemilik kesesatan dari masa ke masa, mereka gabungkan antara kebatilan dengan kebenaran, mereka kaburkan garis pemisah antara keduanya.
Dengan memhon Taufiq dari Alloh pada pembahasan kali ini kami ketengahkan kepada pembaca beberapa perbedaan yang mendasar antara taqlid dan ittiba’ agar kita bisa memahaminya dengan benar, dan sekaligus -bi’idznillah-bisa menepis syubhat para pemilik kebatilan dalam masalah ini.
DEFINISI TAQLID
Taqlid secara bahasa adalah meletakkan “al-qiladatun” (kalung) ke leher. Dipakai juga dalam hal menyerahkan perkara kepada seseorang seakan-. akan perkara tersebut diletakkan di lehernya seperti kalung. [Lisanul Arab 3/367 dan Mudzakkirah Ushul Fiqh hal.3 14]
Adapun taqlid menurut istilah adalah mengikuti perkataan yang tidak ada hujjahnya sebagaimana dikatakan oleh Al-Imam Abu Abdillah bin Khuwaiz Mindad [Jami’ Bayanil Ilmi waAhlihi 2/993 dan l’lamul Muwaqqi’in 2/178]
Ada juga yang mengatakan bahwa taqlid adalah mengikuti perkataan orang lain tanpa mengetahui dalilnya. [Mudzakkirah Ushul Fiqh hal. 3 14]
CELAAN TERHADAP TAQLID
Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mencela taqlid dalam Kitab-Nya, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb selain Allah” [AtTaubah :31]
Ketika Adi bin Hatim Radhiyallahu ‘anhu mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam membaca ayat Ini maka dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, kami dulu tidak menjadikan mereka sebagai rabb rabb.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya, Bukankah jika mereka halalkan kepada kalian apa yang diharamkan atas kalian maka kalian juga menghalalkannya, dan jika mereka haramkan apa yang dihalalkan atas kalian maka kalian juga mengharamkannya?” Adi Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ltulah peribadatan kepada mereka” [Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Jami’ nya 3095 dan Baihaqidalam Sunan Kubra 10/116 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Ghayatul Maram hal.20]
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.” (Rasul itu) berkata: ‘Apakah (kamu akan mengikutinyajuga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya” [Az-Zukhruf : 23-24]
Al-Imam lbnu Abdil Barr rahimahullahu berkata, “Karena mereka taqlid kepada bapak-bapak mereka maka mereka tidak mau mengikuti petunjuk para Rasul” [Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/977]
Alloh menyifati orang-orang yang taqlid dengan firman-Nya.
“Artinya : Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-arang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun” [Al-Anfal : 22]
“Artinya : Ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dan orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali” [Al-Baqarah : 166]
Al-Imam Ibnu Abdil Barr berkata, “Para ulama berargumen dengan ayat-ayat mi untuk membatalkan taqlid” [Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/978]
WAJIBNYA ITTIBA’
Ittiba’ adalah menempuh jalan orang yang (wajib) diikuti dan melakukan apa yang dia lakukan. [I’Iamul Muwaqqi’in 2/171]
Seorang muslim wajib ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dengan menempuh jalan yang beliau tempuh dan melakukan apa yang beliau lakukan. Begitu banyak ayat Al-Qur’an yang memerintahkan setiap muslim agar selalu ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di antaranya firman Alloh.
“Artinya : Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, makasesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” [Ali lmran : 32]
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [Al-Hujurat : 1]
“Artinya : Hal orang-arang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah Ia kepoda Allah (AlQur ‘an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” [An-Nisa :59].
“Artinya : Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintal Alloh, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. “Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Ali lmran :31]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya seandainya Musa hidup maka tidak boleh baginya kecuali mengikutiku” [Dikeluarkan oleh Abdur Razzaq dalamMushannafnya 6/Fl 3, lbnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya 9/47, Ahmad dalam Musnadnya 3/387, dan lbnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayan Ilmi 2/805, Syaikh Al-Albani berkata dalam Irwa’ 6/34, “Hasan”]
Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata, “Jika Musa Kalimullah tidak boleh ittiba’ kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimana dengan yang lainnya? Hadits ini merupakan dalil yang qath‘i atas wajibnya mengesakan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam hal ittiba’, dan ini merupakan konsekuensi syahadat ‘anna Muhammadan rasulullah”, karena itulah Alloh sebutkan dalam ayat di atas (Ali lmran : 31) bahwa ittiba’ kepada Rasulullah bukan kepada yang lainnya adalah dalil kecintaan Alloh kepadanya” [Muqaddimah Bidayatus Sul fi Tafdhili Rasul hal.5-6]
Demikian juga Alloh memerintahkan setiap muslim agar ittiba’ kepada sabilil mukminin yaitu jalan para sahabat Rasulullah dan mengancam dengan hukuman yang berat kepada siapa saja yang menyeleweng darinya:
“Artinya : Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudahjelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan Ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan Ia ke dalam jahanam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”. [An-Nisa’: 115]
Pengertian lain dari ittiba’ adalah jika engkau mengikuti suatu perkataan seseorang yang nampak bagimu keshahihannya sebagaimana diktakan oleh Al-Imam Ibnu Abdil Barr dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/787.
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata, “Aku tidak pernah mendebat seorang pun kecuali aku katakan: Ya Alloh jalankan kebenaran pada hati dan lisannya, jika kebenaran bersamaku maka dia ittiba’ kepadaku dan jika kebenaran bersamanya maka aku ittiba’ padanya” [Qawa’idul Ahkam fi Mashalihil Anam oleh Al-’Izz bin Abdis Salam 2/I 36]
TAQLID BUKANLAH ITTIBA’
Al-Imam lbnu Abdil Barr berkata, “Taqlid menurut para ulama bukan ittiba, karena ittiba’ adalah jika engkau mengikuti perkataan seseorang yang nampak bagimu keshahihan perkataannya, dan taqlid adalah jika engkau mengikuti perkataan seseorang dalam keadaan engkau tidak tahu segi dan makna perkataannya” [Jami’ Bayanil Ilmi waAhlihi 2/787]
Abu Abdillah bin Khuwaiz Mindad berkata, “Taqlid maknanya dalam syari‘at adalah merujuk kepada suatu perkataan yang tidak ada argumennya, ini adalah dilarang dalam syari’at, adapun ittiba maka adalah yang kokoh argumennya”.
Beliau juga berkata, “Setiap orang yang engkau ikuti perkataannya tanpa ada dalil yang mewajibkanmu untuk mengikutinya maka engkau telah taqlid kepadanya, dan taqlid dalam agama tidak shahih. Setiap orang yang dalil mewajibkanmu untuk mengikuti perkataannya maka engkau ittiba’ kepadanya. Ittiba’ dalam agama dibolehkan dan taqlid dilarang” [Dinukil oleh Ibnu Abdil Barr dalam kmtabnya Jami’ Bayanil Ilmi waAhlihi 2/993]
PARA IMAM MELARANG TAQLID DAN MEWAJIBKAN ITTIBA’
Diantara hal lain yang menunjukkan perbedaan yang mendasar antara taqlid dan ittiba’ adalah larangan para imam kepada para pengikutnya dan taqlid dan perintah mereka kepada para pengikutnya agar selalu ittiba’:
Al-Imam Abu Hanifah berkata, “Tidak halal atas seorangpun mengambil perkataan kami selama dia tidak tahu dari mana kami mengambilnya” Dalam riwayat lain beliau berkata, “Orang yang tidak tahu dalilku, haram atasnya berfatwa dengan perkataanku” [Dinukil oleh Ibnu Abidin dalam Hasyiyahnya atas Bahru Raiq 6/293 dan Sya’ rany dalam Al-Mizan 1/55]
Al-Imam Malik berkata : “Sesungguhnya aku adalah manusia yang bisa benar dan keliru. Lihatlah pendapatku, setiap yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah maka ambillah, dan setiap yang tidak sesual dengan Kitab dan Sunnah maka tinggalkanlah” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam Al-Jami’ 2/32]
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata, “Jika kalian menjumpai sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , ittiba’lah kepadanya, janganlah kalian menoleh kepada perkataan siapapun” [Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ 9/107 dengan sanad yang shahih]
Beliau juga berkata, “Setiap yang aku katakan, kemudian ada hadits shahih yang menyelisihinya, maka hadits Nabi , lebih utama untuk diikuti. Janganlah kalian taqlid kepadaku”. [Diriwayatkan olehAbu Hatim dalamAdab Syafi’i hal.93 dengan sanad yang shahih]
Al-Imam Ahmad berkata, “Janganlah.engkau taqlid dalam agamamu kepada seorangpun dari mereka, apa yang datang dari Nabi dan para sahabatnya ambillah” Beliau juga berkata, “Ittiba’ adalah jika seseorang mengikuti apa yang datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya” [Masa’iI Al-Imam Ahmad oleh Abu Dawud hal.276- 277]
ITTIBA ADALAH JALAN AHLI SUNNAH DAN TAQLID ADALAH JALAN AHLI BID’AH
Al-Imam Ibnu Abil ‘Izz Al Hanafy berkata, “Umat ini telah sepakat bahwa tidak wajib taat kepada seorangpun dalam segala sesuatu kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam …makà barangsiapa yang ta’ashub (fanatik) kepada salah seorang imam dan mengesampingkan yang lainnya seperti orang yang ta’ashub kepada seorang sahabat dan mengesampingkan yang lainnya, seperti orang-orang Rafidhah yang ta’ashub kepada Ali dan mengesampingkan tiga khalifah yang lainnya. ini jalannya ahlul ahwa” [Al-Ittiba’ cet. kedua hal. 80]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Barangsiapa yang ta’ ashub kepada seseorang, dia kedudukannya seperti orang-orang Rafidhah yang ta’ashub kepada salah seorang sahabat, dan seperti orang-orang Khawarij. ini adalah jalan ahli bid’ ah dan ahwa’ yang mereka keluar dan syari’at dengan kesepakatan umat dan menurut Kitab dan Sunnah ... yang wajib kepada semua makhluk adalah ittiba’ kepada seorang yang ma’shum (yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam) yang tidak mengucap dan hawa nafsunya, yang dia ucapkan adalah wahyu yang diturunkan kepadanya” [Mukhtashar Fatawa Mishniyyah hal.46-47]
Tuesday, July 31, 2007
Apakah Yang Harus Kita Pelajari Terlebih Dahulu?
Belajar Apa Dulu?
MediaMuslim.Info - Kita semua telah tahu bahwa berIslam itu dimulai dari menuntut ilmu tentang Islam itu sendiri. Tidak langsung mengamalkan suatu amalan yang amalan itu mungkin belum jelas apakah ada dasarnya dari Al-Qur’an atau As-Sunnah. Dan juga tidak langsung berdakwah dengan ilmu yang pas-pasan. Lalu jika kita mau belajar Islam, sebenarnya apa yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih dahulu?
Mari kita pikirkan sejenak! Agama ini datang dari Pencipta kita, dan disampaikan oleh RasulNya. Tujuan agama ini adalah menegakkan ibadah kepada Pencipta kita tersebut dengan cara-cara yang telah disampaikan oleh Rasulnya. Jadi sebelum kita belajar Islam lebih dalam, maka seharusnyalah kita mengetahui siapa Pencipta kita itu, dan bagaimana cara berinteraksi denganNya. Juga mengetahui siapa RasulNya dan bagaimana kita bersikap terhadap beliau.Dua hal tersebut tercakup dalam ilmu yang disebut ‘aqidah. Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. Jika ada orang yang berkata, “ Saya ber’aqidah begini”. Maksudnya adalah, ia mengikat hati terhadap sesuatu tersebut. Singkat kata, ‘aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu. Secara terinci, aqidah adalah rukun iman, yaitu iman kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya dan kepada hari akhir serta kepada qadar yang baik dan yang buruk. Jadi, ilmu Islam yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih dahulu adalah ‘aqidah.
Mungkin kita masih bertanya-tanya, mengapa demikian?Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “ Barang siapa yang mengerjakan amal baik, baik lelaki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl : 97).
Pada ayat di atas, Alloh Subhanahu wa Ta’ala menerangkan bahwa Ia akan memberi pahala kepada laki-laki dan perempuan yang beramal baik dan dalam keadaan beriman. Jadi, Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensyaratkan keimanan bagi seseorang yang beramal baik agar orang itu diberi pahala. Jika orang itu beramal baik yang banyak sekali, namun ia tidak mempunyai keimanan, maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak akan memberi pahala kepadanya. Maka keimanan tersebut merupakan syarat mutlak bagi seseorang jika ia ingin selamat dunia akherat.
Sedangkan tadi telah dijelaskan bahwa keimanan itu termaktub dalam rukun iman. Dan rukun iman itulah inti aqidah Islam. Maka inilah sisi pentingnya ‘aqidah Islam. Jika seseorang belajar tentang ilmu fiqh sedalam-dalamnya, kemudian ia beramal sebanyak-banyaknya, namun tidak pernah mempelajari ‘aqidah Islam, maka jurang kehancuran telah siap menelannya.
Sangat mungkin sekali ia berbuat syirik namun ia tidak pernah mengetahui hal tersebut, karena ia tidak mau mempelajari ‘aqidah Islam. Padahal ia telah beramal banyak. Karena keengganannya untuk mempelajari ‘aqidah Islam itulah, yang membuat ia terjerumus ke dalam perbuatan syirik, sehingga syirik tersebut membuat amalnya batal semuanya tak bersisa. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “ Jika kamu mempersekutukan (Alloh), niscaya benar-benar akan terhapus semua amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS: Az-Zumar: 65).
Inilah pentingya ‘aqidah! Dengan mempelajari dan menegakkan ‘aqidah Islamiyah-lah kita akan selamat dunia akhirat.
Hal yang pertama sekali harus kita pelajari dalam ilmu ‘aqidah adalah tentang dua kalimat syahadat. Mengapa?
Secara akal, dua kalimat syahadat inilah yang bisa membuat seseorang dari kafir menjadi muslim. Maka sungguh aneh jika seorang muslim tidak pernah mempelajari kalimat yang dengannya kita bisa selamat dari neraka. Dan sungguh tergesa-gesa sekali jika kita meninggalkan kalimat syahadat, dan langsung mempelajari ilmu lain. Padahal kalimat inilah yang mengandung tauhidullah (pengesaan terhadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala) yang merupakan tugas pokok para Rasul dari Nabi Nuh ‘alaihissalaam sampai Rasul terakhir, Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), sembahlah Alloh saja, dan jauhilah thaghut (sesembahan selain Alloh) itu.’.” (QS: An-Nahl: 36). “ Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelun kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘ Bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.’.” (QS: Al-Anbiyaa’: 25).
Dalam surat Al-A’raf, Alloh Subhanahu wa Ta’ala menceritakan bahwa Nabi Nuh, Huud, Shalih, Syuaib, dan lain-lain itu sama semua seruannya, yaitu menyeru kepada penyembahan Alloh Subhanahu wa Ta’ala semata (tauhid), yang artinya: “ Hai kaumku, sembahlah Alloh, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selainNya.” (QS: Al-A’raaf: 59, 65, 73, 85).
Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Alloh dan bahwa Muhammad adalah Rasululloh.” (HR: Al-Bukhary dan Muslim).
Dari dalil-dalil di atas, telah jelas bagi kita bahwa tugas inti dan yang paling pokok dari para Rasul Alloh Subhanahu wa Ta’ala adalah menyampaikan kalimat tauhid, menegakkan penyembahan hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala saja. Jika kita tidak mempelajari aqidah, maka tujuan pengutusan rasul Allah pada diri kita tidak tercapai, dan akibatnya hanya akan menjadi kerugian pada diri kita suatu hari nanti.
Selain memang dakwah kepada tauhidullah itu adalah tugas inti dakwah para rasul, maka Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadikan penyampaian kalimat syahadat menjadi materi dakwah yang pertama kali harus diterangkan kepada umat.
Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu ketika beliau mengutusnya ke Yaman, yang artinya: “ Sungguh, kamu akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka hendaklah pertama kali dakwah yang kamu sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaaha illaLLaah “–dalam riwayat lain disebutkan: “Supaya mereka mentauhidkan Alloh” - Jika mereka telah mematuhi apa yang kamu dakwahkan itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam….” (HR: Al-Bukhary dan Muslim).
Jika begitu, maka ilmu Islam yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih dulu dan kita utamakan adalah ‘aqidah, khususnya tentang kalimat syahadat.
Maka jangan tunggu-tunggu lagi, mari kita pelajarilah rukun iman, koreksi pemahaman kalimat syahadat kita, bisa jadi belum sempurna. Tegakkan tauhidulloh, sembahlah Alloh Subhanahu wa Ta’ala saja, jauhkanlah diri dari segala macam bentuk syirik dan segala macam penyimpangan dalam ‘aqidah. Jangan sampai keengganan kita untuk belajar ‘aqidah Islam menjadi bumerang bagi diri kita sendiri pada waktu menghadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala nanti. Wallaahu a’lam. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita hidayah dan bimibingannya selalu.
(Sumber Rujukan: Kitab Tauhid 1, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan; Kitab Tauhid, AsySyaikh Muhammad At-Tamimi; Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan, Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin)
MediaMuslim.Info - Kita semua telah tahu bahwa berIslam itu dimulai dari menuntut ilmu tentang Islam itu sendiri. Tidak langsung mengamalkan suatu amalan yang amalan itu mungkin belum jelas apakah ada dasarnya dari Al-Qur’an atau As-Sunnah. Dan juga tidak langsung berdakwah dengan ilmu yang pas-pasan. Lalu jika kita mau belajar Islam, sebenarnya apa yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih dahulu?
Mari kita pikirkan sejenak! Agama ini datang dari Pencipta kita, dan disampaikan oleh RasulNya. Tujuan agama ini adalah menegakkan ibadah kepada Pencipta kita tersebut dengan cara-cara yang telah disampaikan oleh Rasulnya. Jadi sebelum kita belajar Islam lebih dalam, maka seharusnyalah kita mengetahui siapa Pencipta kita itu, dan bagaimana cara berinteraksi denganNya. Juga mengetahui siapa RasulNya dan bagaimana kita bersikap terhadap beliau.Dua hal tersebut tercakup dalam ilmu yang disebut ‘aqidah. Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. Jika ada orang yang berkata, “ Saya ber’aqidah begini”. Maksudnya adalah, ia mengikat hati terhadap sesuatu tersebut. Singkat kata, ‘aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu. Secara terinci, aqidah adalah rukun iman, yaitu iman kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya dan kepada hari akhir serta kepada qadar yang baik dan yang buruk. Jadi, ilmu Islam yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih dahulu adalah ‘aqidah.
Mungkin kita masih bertanya-tanya, mengapa demikian?Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “ Barang siapa yang mengerjakan amal baik, baik lelaki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl : 97).
Pada ayat di atas, Alloh Subhanahu wa Ta’ala menerangkan bahwa Ia akan memberi pahala kepada laki-laki dan perempuan yang beramal baik dan dalam keadaan beriman. Jadi, Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensyaratkan keimanan bagi seseorang yang beramal baik agar orang itu diberi pahala. Jika orang itu beramal baik yang banyak sekali, namun ia tidak mempunyai keimanan, maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak akan memberi pahala kepadanya. Maka keimanan tersebut merupakan syarat mutlak bagi seseorang jika ia ingin selamat dunia akherat.
Sedangkan tadi telah dijelaskan bahwa keimanan itu termaktub dalam rukun iman. Dan rukun iman itulah inti aqidah Islam. Maka inilah sisi pentingnya ‘aqidah Islam. Jika seseorang belajar tentang ilmu fiqh sedalam-dalamnya, kemudian ia beramal sebanyak-banyaknya, namun tidak pernah mempelajari ‘aqidah Islam, maka jurang kehancuran telah siap menelannya.
Sangat mungkin sekali ia berbuat syirik namun ia tidak pernah mengetahui hal tersebut, karena ia tidak mau mempelajari ‘aqidah Islam. Padahal ia telah beramal banyak. Karena keengganannya untuk mempelajari ‘aqidah Islam itulah, yang membuat ia terjerumus ke dalam perbuatan syirik, sehingga syirik tersebut membuat amalnya batal semuanya tak bersisa. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “ Jika kamu mempersekutukan (Alloh), niscaya benar-benar akan terhapus semua amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS: Az-Zumar: 65).
Inilah pentingya ‘aqidah! Dengan mempelajari dan menegakkan ‘aqidah Islamiyah-lah kita akan selamat dunia akhirat.
Hal yang pertama sekali harus kita pelajari dalam ilmu ‘aqidah adalah tentang dua kalimat syahadat. Mengapa?
Secara akal, dua kalimat syahadat inilah yang bisa membuat seseorang dari kafir menjadi muslim. Maka sungguh aneh jika seorang muslim tidak pernah mempelajari kalimat yang dengannya kita bisa selamat dari neraka. Dan sungguh tergesa-gesa sekali jika kita meninggalkan kalimat syahadat, dan langsung mempelajari ilmu lain. Padahal kalimat inilah yang mengandung tauhidullah (pengesaan terhadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala) yang merupakan tugas pokok para Rasul dari Nabi Nuh ‘alaihissalaam sampai Rasul terakhir, Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), sembahlah Alloh saja, dan jauhilah thaghut (sesembahan selain Alloh) itu.’.” (QS: An-Nahl: 36). “ Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelun kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘ Bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.’.” (QS: Al-Anbiyaa’: 25).
Dalam surat Al-A’raf, Alloh Subhanahu wa Ta’ala menceritakan bahwa Nabi Nuh, Huud, Shalih, Syuaib, dan lain-lain itu sama semua seruannya, yaitu menyeru kepada penyembahan Alloh Subhanahu wa Ta’ala semata (tauhid), yang artinya: “ Hai kaumku, sembahlah Alloh, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selainNya.” (QS: Al-A’raaf: 59, 65, 73, 85).
Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Alloh dan bahwa Muhammad adalah Rasululloh.” (HR: Al-Bukhary dan Muslim).
Dari dalil-dalil di atas, telah jelas bagi kita bahwa tugas inti dan yang paling pokok dari para Rasul Alloh Subhanahu wa Ta’ala adalah menyampaikan kalimat tauhid, menegakkan penyembahan hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala saja. Jika kita tidak mempelajari aqidah, maka tujuan pengutusan rasul Allah pada diri kita tidak tercapai, dan akibatnya hanya akan menjadi kerugian pada diri kita suatu hari nanti.
Selain memang dakwah kepada tauhidullah itu adalah tugas inti dakwah para rasul, maka Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadikan penyampaian kalimat syahadat menjadi materi dakwah yang pertama kali harus diterangkan kepada umat.
Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu ketika beliau mengutusnya ke Yaman, yang artinya: “ Sungguh, kamu akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka hendaklah pertama kali dakwah yang kamu sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaaha illaLLaah “–dalam riwayat lain disebutkan: “Supaya mereka mentauhidkan Alloh” - Jika mereka telah mematuhi apa yang kamu dakwahkan itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam….” (HR: Al-Bukhary dan Muslim).
Jika begitu, maka ilmu Islam yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih dulu dan kita utamakan adalah ‘aqidah, khususnya tentang kalimat syahadat.
Maka jangan tunggu-tunggu lagi, mari kita pelajarilah rukun iman, koreksi pemahaman kalimat syahadat kita, bisa jadi belum sempurna. Tegakkan tauhidulloh, sembahlah Alloh Subhanahu wa Ta’ala saja, jauhkanlah diri dari segala macam bentuk syirik dan segala macam penyimpangan dalam ‘aqidah. Jangan sampai keengganan kita untuk belajar ‘aqidah Islam menjadi bumerang bagi diri kita sendiri pada waktu menghadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala nanti. Wallaahu a’lam. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita hidayah dan bimibingannya selalu.
(Sumber Rujukan: Kitab Tauhid 1, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan; Kitab Tauhid, AsySyaikh Muhammad At-Tamimi; Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan, Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin)
Tuesday, July 24, 2007
Sebuah Catatan Tenatang Nike Ardilla
Nike Ardilla,yang sudah almarhumah,masih saja selalu bikin cerita positif.Pada bulan September tahun 2005,kaset Nike walau pun berbentuk the best kembali beredar.Yang tentu saja masih diburu para penggemarnya.Selain itu,ketika terjadi bencana Tsunami di Aceh tempo lalu,Nike masih sempat menyumbang lewat "PANGGUNG SANDIWARA" nya,yang mana hasil dari penjualan kaset kompilasi tersebut disumbangkan untuk para korban bencana.
Seperti kita tahu,Nike Ardilla ternyata menjadi satu-satunya penyanyi Indonesia yang albumnya tetap laris manis,justru setelah dia meninggal.Nike pun meraih penghargaan BEST SELLING pada tahun 1996.Kepergian Nike pun secara tidak langsung merangsang karier banyak penyanyi pendatang baru.Banyak artis yang mengorbit atau diorbitkan lewat nama Nike Ardilla.Setelah kepergian Nike,banyak pencari bakat yang berusaha mencari pengganti Nike,baik lewat lomba atau pun karena "hanya" mereka memiliki wajah mirip Nike.
Maka muncullah Cut Memey,Nana Khairina,Intan R.J,Kartika,Nike,Lia Natalia,Nafa Urbach,Eva Faradilla,Nadilla,dan mungkin yang terakhir adalah Dike Ardilla.Entahlah....mungkin akan masih banyak bermunculan "titisan" Nike,tapi mampuhkah mereka seperti Nike?Waktu yang menjawab,diantara mereka ada yang perlahan-lahan menghilang dan ada yang mencoba bertahan dan menjadi diri sendiri.Media massa pun seolah berebutan unutuk mendapatkan berita-berita di balik tragedi kepergian Nike,bahkan hingga saat ini publik masih menganggap kepergian Nike diliputi misteri.Fakta lain tentang "kehebatan" Nike Ardilla adalah dia satu-satunya artis Indonesia yang memiliki Museum,bahkan mobil pribadi Nike yang menyebabkan dia kecelakaan pun masih mampu terjual dengan harga yang tinggi lewat lelang.Mobil ini kini dimiliki Lia Nathalia,seorang penyanyi sekaligus pengagum berat Nike.Fakta yang lainnya juga berbicara,Fans Club Nike Ardilla masih terus bertahan hingga kini,dimana para fans ini,sudah dipastikan selalu memperingati kepergian Nike pada setiap 19 Maret dan kelahiran Nike setiap 27 Desember setiap tahunnya.
Hingga 10 Tahun kepergiannya,hal ini masih saja terjadi.Bahkan hari-hari biasa pun,tak jarang para fans yang masih menyempatkan diri berziarah ke Makam Nike.Menurut penjaga makam Nike,penggemar Nike yang datang ke makam tersebut tak cuma berasal dari berbagai penjuru Indonesia.Tapi juga dari sejumlah negara lain.Ada dari Belanda,Belgia,Perancis,Singapura,Malaysia,dan Brunai.Konon mereka datang sengaja untuk Nike,bahkan katanya,ada seorang warga Jepang yang di rumahnya memiliki ruangan khusus untuk menyimpan koleksi tentang Nike Ardilla...wow!Itulah Nike Ardilla,seorang gadis bersahaja yang begitu dicintai banyak orang....setelah kepergiannya pun,Nike masih mampu beramal dan meramaikan dunia musik Indonesia secara tidak langsung....Selamat jalan Ke...?
Seperti kita tahu,Nike Ardilla ternyata menjadi satu-satunya penyanyi Indonesia yang albumnya tetap laris manis,justru setelah dia meninggal.Nike pun meraih penghargaan BEST SELLING pada tahun 1996.Kepergian Nike pun secara tidak langsung merangsang karier banyak penyanyi pendatang baru.Banyak artis yang mengorbit atau diorbitkan lewat nama Nike Ardilla.Setelah kepergian Nike,banyak pencari bakat yang berusaha mencari pengganti Nike,baik lewat lomba atau pun karena "hanya" mereka memiliki wajah mirip Nike.
Maka muncullah Cut Memey,Nana Khairina,Intan R.J,Kartika,Nike,Lia Natalia,Nafa Urbach,Eva Faradilla,Nadilla,dan mungkin yang terakhir adalah Dike Ardilla.Entahlah....mungkin akan masih banyak bermunculan "titisan" Nike,tapi mampuhkah mereka seperti Nike?Waktu yang menjawab,diantara mereka ada yang perlahan-lahan menghilang dan ada yang mencoba bertahan dan menjadi diri sendiri.Media massa pun seolah berebutan unutuk mendapatkan berita-berita di balik tragedi kepergian Nike,bahkan hingga saat ini publik masih menganggap kepergian Nike diliputi misteri.Fakta lain tentang "kehebatan" Nike Ardilla adalah dia satu-satunya artis Indonesia yang memiliki Museum,bahkan mobil pribadi Nike yang menyebabkan dia kecelakaan pun masih mampu terjual dengan harga yang tinggi lewat lelang.Mobil ini kini dimiliki Lia Nathalia,seorang penyanyi sekaligus pengagum berat Nike.Fakta yang lainnya juga berbicara,Fans Club Nike Ardilla masih terus bertahan hingga kini,dimana para fans ini,sudah dipastikan selalu memperingati kepergian Nike pada setiap 19 Maret dan kelahiran Nike setiap 27 Desember setiap tahunnya.
Hingga 10 Tahun kepergiannya,hal ini masih saja terjadi.Bahkan hari-hari biasa pun,tak jarang para fans yang masih menyempatkan diri berziarah ke Makam Nike.Menurut penjaga makam Nike,penggemar Nike yang datang ke makam tersebut tak cuma berasal dari berbagai penjuru Indonesia.Tapi juga dari sejumlah negara lain.Ada dari Belanda,Belgia,Perancis,Singapura,Malaysia,dan Brunai.Konon mereka datang sengaja untuk Nike,bahkan katanya,ada seorang warga Jepang yang di rumahnya memiliki ruangan khusus untuk menyimpan koleksi tentang Nike Ardilla...wow!Itulah Nike Ardilla,seorang gadis bersahaja yang begitu dicintai banyak orang....setelah kepergiannya pun,Nike masih mampu beramal dan meramaikan dunia musik Indonesia secara tidak langsung....Selamat jalan Ke...?
Tips Menolak Cinta Ala Nike Ardilla
Dalam kesehariannya,Nike Ardilla sama persis dengan remaja-remaja lainnya.Polos,lugu,dan manja.Sebagai remaja yang tumbuh dengan berbagai kelebihan,selain cantik,juga populer,dan berprestasi.
Tentu saja Nike mampu memikat banyak orang.Dan diantara nya kaum adam.Tentu saja banyak kaum Adam yang menginginkannya untuk menjadi pendamping.Makanya,banyak sekali yang "nembak" Nike,baik via surat maupun langsung dalam acara jumpa fans.Dan sangat tidak mungkin buat Nike, apabila dia langsung begitu saja menerima cinta orang yang baru dikenalnya.
Mau tahu cara Nike menolak mereka yang kurang beruntung,yuk kita simak catatan kecil di bawah ini:ACARA JUMPA FANS DI SURABAYA PLAZAKetika acara tanya jawab berlangsung,seorang fans cowok asal Surabaya yang bernama Jono,nekad melamar Nike Ardilla,mau tahu dialognya kayak apa?....hihiii lucu pokoknya,biar gak pusing,kalimat yang di bold atawa ditebelin mewakili kalimat yang keluar dari mulut Jono,en yang gak di bold merupakan kalimat yang terlontar dari Nike,ok...?"Buat Nike Ardilla,sebenarnya saya sudah lama keinginan ini saya simpan.
Terus terang,saya jatuh cinta pada Nike.Swear kok.Nah saya minta jawaban Nike.Boleh langsung,boleh lewat surat.Tolong catat alamat saya:Babadan V nomor 5,saya asli Surabaya.""Jono sudah punya pacar kali?""Memang sudah,tapi baru calon .Nih di depan mata saya!""Tapi saya nggak suka cowok berkumis tuh....""Kalau begitu,kumis saya besok saya cukur!""Udah kerja?""Sudah,pokonya nggak usah khawatir...saya bisa cari makan kok.""Okey.Datang ke Bandung,lamar saja saya.""Bener apa?""Iya lah!"Tuh kan lucu,awalnya Nike ngelak mulu,lama-lama dia kewalahan...trs dia tantang deh minta dilamar....kayaknya tuh cowok ga berani ngelamar,gagal deh!!Nah,kalo yang ini cara Nike menolak cinta yang dikirim via surat,mau tahu?Oke..."Kalo kita nggak suka,kita bilang aja gini:'nanti deh seminggu lagi jawabannya.'Seminggu lagi kita jawab gitu lagi.Gitu terus sampai dia bosen,masa nggak ngerti sih kalau ditolak?!"Gimana tips nya? Lumayan kan? Silahkan dicoba atuh....?
Tentu saja Nike mampu memikat banyak orang.Dan diantara nya kaum adam.Tentu saja banyak kaum Adam yang menginginkannya untuk menjadi pendamping.Makanya,banyak sekali yang "nembak" Nike,baik via surat maupun langsung dalam acara jumpa fans.Dan sangat tidak mungkin buat Nike, apabila dia langsung begitu saja menerima cinta orang yang baru dikenalnya.
Mau tahu cara Nike menolak mereka yang kurang beruntung,yuk kita simak catatan kecil di bawah ini:ACARA JUMPA FANS DI SURABAYA PLAZAKetika acara tanya jawab berlangsung,seorang fans cowok asal Surabaya yang bernama Jono,nekad melamar Nike Ardilla,mau tahu dialognya kayak apa?....hihiii lucu pokoknya,biar gak pusing,kalimat yang di bold atawa ditebelin mewakili kalimat yang keluar dari mulut Jono,en yang gak di bold merupakan kalimat yang terlontar dari Nike,ok...?"Buat Nike Ardilla,sebenarnya saya sudah lama keinginan ini saya simpan.
Terus terang,saya jatuh cinta pada Nike.Swear kok.Nah saya minta jawaban Nike.Boleh langsung,boleh lewat surat.Tolong catat alamat saya:Babadan V nomor 5,saya asli Surabaya.""Jono sudah punya pacar kali?""Memang sudah,tapi baru calon .Nih di depan mata saya!""Tapi saya nggak suka cowok berkumis tuh....""Kalau begitu,kumis saya besok saya cukur!""Udah kerja?""Sudah,pokonya nggak usah khawatir...saya bisa cari makan kok.""Okey.Datang ke Bandung,lamar saja saya.""Bener apa?""Iya lah!"Tuh kan lucu,awalnya Nike ngelak mulu,lama-lama dia kewalahan...trs dia tantang deh minta dilamar....kayaknya tuh cowok ga berani ngelamar,gagal deh!!Nah,kalo yang ini cara Nike menolak cinta yang dikirim via surat,mau tahu?Oke..."Kalo kita nggak suka,kita bilang aja gini:'nanti deh seminggu lagi jawabannya.'Seminggu lagi kita jawab gitu lagi.Gitu terus sampai dia bosen,masa nggak ngerti sih kalau ditolak?!"Gimana tips nya? Lumayan kan? Silahkan dicoba atuh....?
Sehari Bersama Nike Ardilla
Prestasi pemenang favorit GADIS sampul'90 ini memang luar biasa.Usia lima tahun sudah nyanyi,dan kini usia 16,layar lebar pun sudah digeluti.Apalagi yang ingin dikejarnya?
Nama Nike Ardilla kini bukan cuma mendominasi industri musik kaset Indonesia,tapi penyanyi asal Bandung ini pun mulai meramaikan blantika perfilman kita.Memang tahun kemarin bisa disebut tahun keberuntungan buat Nike. Sebagai penyanyi,ia dapat meraih penghargaan BASF Award untuk lagu "Bintang Kehidupan" karena kasetnya laris di pasaran.Sedangkan sebagai pemain film,Nike kebagian peran Nyi Iteung dalam "Si Kabayan dan Anak Jin.Dan untuk peran Nyi Iteung yang sebelumnya diperankan Paramitha Rusady ini,permainan Nike dianggap cukup berhasil.Dia bisa mengangkat figur Iteung secara wajar."Saya senang sekali dengan keadaan seperti ini,tapi sekaligus harus lebih berhati-hati.Mempertahankan semua yang telah saya peroleh lebih sulit daripada meraihnya kan?" kata penyanyi yang bintangnya kembali bersinar lewat meledaknya "Nyalakan Api".Itu sebabnya akhir-akhir ini Nike susah ditemui.Jadwal shownya ketat dan padat.Tapi sesibuk-sibuknya Nike,buat diwawancara ternyata masih punya waktu luang.Di hari ketiga lebaran,Kamis tanggal 18 April (taon 91),GADIS dikasih kesempatan "membajak" dia seharian di Kota Bandung,kota kelahirannya.Berikut ini gaya kesibukan Nike mengisi waktu santainya.Jam 09:00GADIS sudah nongkrong di rumah yang terletak di jalan Parakansaat-By pass Bandung.
Memasuki rumah Nike,GADIS sempat terpaku,seakan menuju tempat peristirahatan di tengah kota.Rumah Nike memang tidak begitu megah dan kokoh seperti prumahan di daerha Pondok Indah Jakarta.Tapi terasa sangat asri dan sejuk,karena di sekelilingnya ditumbuhi pepohonan.Dan jika kita melongok ke samping rumah,kolam ikan yang cukup besar akan tertangkap mata.Sementara di belakang rumah,wow hamparan sawah yang terbentang luas."Silahkan masuk,Nike-nya baru bangun,"sapa ibu Nike.Eh,jangan lantas mikir Nike malas lho,ternyata dia baru nyampai di rumah tengah malam sekali.Maklum,seperti biasanya,keluarga Nike selalu berlebaran di rumah nenek Nike,di Ciamis.Dan seperti umumnya lalu lintas pada saat lebaran,mereka pun terjebak macet.Masuk ke dalam rumah Nike,eh GADIS kembali terpaku.Seluruh ruang tamu dan ruang tengah,penuh dengan foto-foto dan lukisan Nike berukuran besar. "Semua lukisan ini kiriman penggemar Nike.Termasuk yang di kamarnya," tutur Cecep,sepupunya Nike yang segera menemani GADIS.Jam 09:20"Hai apa kabar nih? Oh ya,Minal aidzin Walfaidzin," akhirnya cewek manis berkulit putih menghambur ke arah GADIS.Asal tahu saja,sejak acara pemilihan GADIS sampul'90,GADIS memang belum pernah bertemu lagi.Padahal waktu Nike jadi finalis,selama satu minggu penuh,sebagai salah satu chapperone,GADIS selalu bersamanya."Aduh kangen nih.Gimana Mbak-mbak dan Mas di GADIS?Bik-baik aja kan?" celotehnya sambil tertawa manja.Khas Nike!Nike memang agak manja.Maklum,Nike adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan cewek satu-satunya lagi."Tapi saya nggak pernah cengeng kok,meskipun paling kecil,"lontarnya sambil mengibaskan rambutnya yang panjang.Kalo selintas ketemu Nike,kesan dewasa memang bakal terpancar dari dirinya.Tapi kalau kita sudah mengenalnya lebih dekat,sifat kekanak-kanakan dan keceriaan yang khas remaja,justrus yang muncul.Satu bukti nih,ketika GADIS diajak ke kamarnya yang di dominasi warna pink,walah...gadis berbintang Carpicorn ini punya seabreg koleksi boneka yang lucu-lucu."Saya beres-beres dulu yah,Mbak silahkan duduk-duduk," katanya sambil membereskan tempat tidurnya.Mungkin karena melihat GADIS begitu terpesona sama boneka yang ada di sekitar tempat tidurnya,Nike lantas bereaksi,"Masih banyak kok yang lainnya.Tunggu deh." Lantas Nike memanggil ibunya sambil berlari ke luar kamar.Dan agak lama kemudian,ia beserta ibunya kembali sambil menggotong koper gede.Isinya.....boneka berbentuk binatang yang unik-unik!"Nggak tahu ya,saya senangnya sama boneka binatang.Habis kalau berbentuk orang,kesannya cengeng," kata Nike sambil memeluk boneka tikus dan beruangnya."Kita sekarang santai-santai aja ya mumpung liburan.Emmm....main congklak yuk," cetusnya sambil menyodorkan alat permainan tersebut.Tentu saja GADIS setuju.Sudah lama juga nggak main kayak gini,tapi aduh sial banget,baru juga satu kali jalan,GADIS udah "mati".
Wah,Nike tampak gembira.Dengan lancar dan lincah dia meneruskan permainan.Heran,dia gak "mati-mati"."Saya memang paling sering main congklak buat ngisi waktu santai.Kalau lagi ada di rumah,pasti sepupu-sepupu saya "todong" buat main",tuturnya...pantas!!Dia memang tampak enjoy banget main congklak.Obrolan santai pun mengalir deras dari mulutnya.Dia bercerita tentang awal keterlibatan dalam dunia musik dan film.Di film Si Kabayan dan Anak Jin,Nike ketemu pemain-pemain film kawakan,seperti Didi Petet,Rahmat Hidayat,dan Sena A.Utoyo.Senang?"Wah...asyik main film dengan mereka,bisa menambah pengalaman.Apalagi Kang Didi sama Kang Sena baik sekali.Mereka mau ngasih tahu tentang akting,dan mereka tuh tukang heureuy.Kalau lagi istirahat,saya suka diajarin main kartu,seru deh,"komentar Nike tentang lawan mainnya.Jam 11:00"Sekarang jalan-jalan yuk," ajak Nike akhirnya setelah bosan main congklak.Eh,ketika GADIS melewati ruang keluarga,lagi-lagi GADIS terpaku.Pandangan mata tertuju pada setumpukan surat-surat penggemar,banyak banget?"Iya,habis banyak yang belum dibales.Maklum,yang didahulukan surat-surat yang ada perangko balasannya.Soalnya kan sampai ribuan.Tolong deh GADIS sampaikan sama penggemar Nike,kalau mau cepat dibalas,selipkan perangko balasan,"tutur ayah Nike ikut nimbrung.Ini bukan berarti Nike pelit,tapi kalau setiap saat harus membeli perangko untuk ribuan penggemar,ya kebayang dong bakal bobol kantongnya donk.Oh ya,pengen tahu isi surat-surat tersebut? Ternyata banyak juga yang isinya cukup unik,seperti minta pekerjaan,minta sumbangan untuk biaya sekolah,pengobatan,dan macam-macam.GADIS,Nike,dan Cecep akhirnya melaju di jalanan dengan Taft GTS berwarna hijau tua.Mobil itu milik Nike.Maksudanya dibeli dari hasil dia bernyanyi."Jemput teman saya dulu ya,biar jalan-jalannya lebih meriah," pintanya.Maka mobil pun melaju ke arah jalan Buah Batu.Chika,sohibnya Nike,tampak sudah siap di depan toko dekat rumahnya.Rupanya mereka sudah janjian sebelumnya."Kenalkan saya Chika,temannya Keke.Ini Mbak Ria yang dari GADIS itu ya?Acaranya kemana nih?" Celoteh Chika bertubi-tubi.Wah bener,belum apa-apa sudah semarak.Kalau tadi Chika sempat penasaran ma kemana,mungkin kamu-kamu juga berpikiran sama: Nike ini kalau mengisi waktu santai mau ngapain aja?.Nah,penonton boleh kecewa,soalnya sebelum Nike kasih ide macam-macam,GADIS sudah nodong dia duluan untuk pemotretan dengan berbagai kostum."Kita foto di gedung sate aja ya? Pemandangannya bagus untuk latar belakang dan kita bisa sekalian istirahat,hawanya enak,sejuk," katanya.Nah,satu jam penuh,acaranya dipakai untuk pemotretan.Nike yang saat itu memakai celana yang bercorak bendera Amerika yang dipadu dengan sweater berwarna merah,tiba-tiba tersenyum jenaka.Rupanya ide ngaco keluar ketika dia melihat tukang bakso dorong lewat di depannya."Mbak,fotoin lagi saya jadi tukang bakso dong,"serunya sambil mendorong gerobak bakso.Wah wah,kalau tukang baksonya secantik Nike,bisa dikerubungi pembeli tuh.Acara pemotretan nggak cuma di jalanan.Lokasi lantas pindah ke halaman Gedung Sate.
Di sini kembali gaya Nike diabadikan,dalam berbagai pose dan busana.Dan asal kamu tahu saja,buat acara ganti baju,Nike nekat milih mobil buat kamar ganti.Untung kaca mobilnya gelap,kalo nggak...wah....bisa terjadi huru-hara!Jam 12:30Rombongan kembali meluncur ke arah Bandung Utara.Kali ini dia pengen ke lokasi yang jadi pilihan kalau ingin bersantai.Sayang,begitu sampai di jalan Setia Budhi dan mobil akan dibelokan ke Cipaku Indah (sebuah tempat rekreasi keluarga),Nike tampa ragu-ragu." Aduh,rame banget.Males ah,kita ke Lembang aja deh.Di sana juga ada tempat yang nyaman," ucap penyanyi yang akrab dengan rocker cewek Nicky Astria itu."Hubungan saya sama Teh Nicky seperti kakak-adik,soalnya dua-duanya sama-sama gak punya saudara cewek dalam keluarga,"katanya ketika ditanya soal keakraban yang cukup disorot ini."Makan dulu yuk,perut udah keroncongan," kata Nike,begitu sampai di daerah Lembang,GADIS sih,ayo-ayo aja,meskipun sebetulnya masih belum begitu lapar.Maklum sebelum jalan tadi,sudah diajak makan dulu di rumah Nike.Wah,ternya dia pesen makanannya banyak banget.Ada sate ayam plus bihun bakso."Dia tuh,makannya banyak.Pernah suatu ketika kita makan-makan.Ceritanya Nike lagi diet,mungkin gak kuat menahan lapar,eh makanan kita-kita yang masih sisa dihabisin.Padahal dia sendiri sudah makan banyak,"cerita Chika tentang sahabatnya."Hahahhahaha....abis saya nggak kuat diet,kelaperan," kata Nike yang punya sahabat empat orang itu sambil terbahak.Sayang,waktu itu teman-teman Nike yang lainnya gak ikut kumpul,kalau ngumpul semua pasti seru."Kalau Chika ini,selain teman main,juga teman sebangku di kelas.Saking dekatnya,kalau saya dan Chika lagi pengen ngeceng,pasti cowok yang diajak juga yang sama-sama bersahabat.Biar kalau jalan-jalan bisa bareng-bareng hehehehe," tambah cewek yang mengidolakan cowok berkacamata gaya,nggak suka merokok,cuek berat,dan "nggak romantis"."Pokoknya jangan yang banyak peletek jebred lah,"cetusnya,maksudnya jangan yang banyak basa-basinya.Sekarang udah ketemu belum sama cowok yang seperti itu? "Belum,tapi nggak akh.Sekarang mendingna berteman aja dulu," kata Nike,yang rupanya bukan cuma ogah pacaran,tapi juga ogah pindah ke Jakarta.Alasan Nike untuk keogahannya yang terakhir,selain takut salah jalan dan kesasar,juga dia males ketemu acara macet,bikin pusing! "Jauh lebih enak tinggal di Bandung.Hawanya nggak panas,dan di sini....saya banyak sahabat," kilah cewek yang mengaku agak kebingungan mengatur jadwal sehari-harinya.Antara show,sekolah,dan syuting film.Jam 15:30Waktu terus bergulir,dan di langit tampak awan mendung bergantung.Mobil kembali menyusuri jalan Setiabudi.Pas di belokan Gegerkalong,Nike menukik."Ke sini dulu ya,mau nanyain pesenan sepatu.Mudah-mudahan aja udah jadi," kata gadis yang ternyata punya hobby ke luar masuk Departemen Store ini.Tak lama perjalanan dilanjutkan kembali.Kali ini kami mengarah ke kampus ITB.Melihat lokasi yang cukup oke,sekali lagi acara pemotretan dilakukan.Mumpung lagi libur kampus,sepi!"Asyik ya.Nggak jadi mahasiswa ITB,tapi ada foto mejengnya,lumayan," katanya sambil bergaya dengan luwes.
Pantas dia bisa bermain film dengan wajar,habis gayanya di depan kamera nggak canggung sih.Tapi ngomong-ngomong,apa dia sudah siap,mau melangkah kemana jika satu saat nanti nggak sebeken sekarang?"Udah dong,itu kan resiko yang harus diperhitungkan.Pasti nggak enak kalau biasanya disenengin,tiba-tiba dilupakan orang.Maka harus ada usaha lain agar orang lain nggak lupa banget sama saya.Saya punya rencana akan beralih profesi.Saya ingin mendalami dunia model.Paling tidak,saya toh sudah punya pengalaman di GADIS sampul," katanya mantap.Jam 17:15Awan semakin gelap.Nike pun tampak penat sekali.Mengingat besok subuh,dia harus segera terbang ke Blora (Jateng) untuk show,terpaksa ketemuan dengan Nike diakhiri.GADIS pun berpamitan kepada Nike dan keluarga.?
Nama Nike Ardilla kini bukan cuma mendominasi industri musik kaset Indonesia,tapi penyanyi asal Bandung ini pun mulai meramaikan blantika perfilman kita.Memang tahun kemarin bisa disebut tahun keberuntungan buat Nike. Sebagai penyanyi,ia dapat meraih penghargaan BASF Award untuk lagu "Bintang Kehidupan" karena kasetnya laris di pasaran.Sedangkan sebagai pemain film,Nike kebagian peran Nyi Iteung dalam "Si Kabayan dan Anak Jin.Dan untuk peran Nyi Iteung yang sebelumnya diperankan Paramitha Rusady ini,permainan Nike dianggap cukup berhasil.Dia bisa mengangkat figur Iteung secara wajar."Saya senang sekali dengan keadaan seperti ini,tapi sekaligus harus lebih berhati-hati.Mempertahankan semua yang telah saya peroleh lebih sulit daripada meraihnya kan?" kata penyanyi yang bintangnya kembali bersinar lewat meledaknya "Nyalakan Api".Itu sebabnya akhir-akhir ini Nike susah ditemui.Jadwal shownya ketat dan padat.Tapi sesibuk-sibuknya Nike,buat diwawancara ternyata masih punya waktu luang.Di hari ketiga lebaran,Kamis tanggal 18 April (taon 91),GADIS dikasih kesempatan "membajak" dia seharian di Kota Bandung,kota kelahirannya.Berikut ini gaya kesibukan Nike mengisi waktu santainya.Jam 09:00GADIS sudah nongkrong di rumah yang terletak di jalan Parakansaat-By pass Bandung.
Memasuki rumah Nike,GADIS sempat terpaku,seakan menuju tempat peristirahatan di tengah kota.Rumah Nike memang tidak begitu megah dan kokoh seperti prumahan di daerha Pondok Indah Jakarta.Tapi terasa sangat asri dan sejuk,karena di sekelilingnya ditumbuhi pepohonan.Dan jika kita melongok ke samping rumah,kolam ikan yang cukup besar akan tertangkap mata.Sementara di belakang rumah,wow hamparan sawah yang terbentang luas."Silahkan masuk,Nike-nya baru bangun,"sapa ibu Nike.Eh,jangan lantas mikir Nike malas lho,ternyata dia baru nyampai di rumah tengah malam sekali.Maklum,seperti biasanya,keluarga Nike selalu berlebaran di rumah nenek Nike,di Ciamis.Dan seperti umumnya lalu lintas pada saat lebaran,mereka pun terjebak macet.Masuk ke dalam rumah Nike,eh GADIS kembali terpaku.Seluruh ruang tamu dan ruang tengah,penuh dengan foto-foto dan lukisan Nike berukuran besar. "Semua lukisan ini kiriman penggemar Nike.Termasuk yang di kamarnya," tutur Cecep,sepupunya Nike yang segera menemani GADIS.Jam 09:20"Hai apa kabar nih? Oh ya,Minal aidzin Walfaidzin," akhirnya cewek manis berkulit putih menghambur ke arah GADIS.Asal tahu saja,sejak acara pemilihan GADIS sampul'90,GADIS memang belum pernah bertemu lagi.Padahal waktu Nike jadi finalis,selama satu minggu penuh,sebagai salah satu chapperone,GADIS selalu bersamanya."Aduh kangen nih.Gimana Mbak-mbak dan Mas di GADIS?Bik-baik aja kan?" celotehnya sambil tertawa manja.Khas Nike!Nike memang agak manja.Maklum,Nike adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan cewek satu-satunya lagi."Tapi saya nggak pernah cengeng kok,meskipun paling kecil,"lontarnya sambil mengibaskan rambutnya yang panjang.Kalo selintas ketemu Nike,kesan dewasa memang bakal terpancar dari dirinya.Tapi kalau kita sudah mengenalnya lebih dekat,sifat kekanak-kanakan dan keceriaan yang khas remaja,justrus yang muncul.Satu bukti nih,ketika GADIS diajak ke kamarnya yang di dominasi warna pink,walah...gadis berbintang Carpicorn ini punya seabreg koleksi boneka yang lucu-lucu."Saya beres-beres dulu yah,Mbak silahkan duduk-duduk," katanya sambil membereskan tempat tidurnya.Mungkin karena melihat GADIS begitu terpesona sama boneka yang ada di sekitar tempat tidurnya,Nike lantas bereaksi,"Masih banyak kok yang lainnya.Tunggu deh." Lantas Nike memanggil ibunya sambil berlari ke luar kamar.Dan agak lama kemudian,ia beserta ibunya kembali sambil menggotong koper gede.Isinya.....boneka berbentuk binatang yang unik-unik!"Nggak tahu ya,saya senangnya sama boneka binatang.Habis kalau berbentuk orang,kesannya cengeng," kata Nike sambil memeluk boneka tikus dan beruangnya."Kita sekarang santai-santai aja ya mumpung liburan.Emmm....main congklak yuk," cetusnya sambil menyodorkan alat permainan tersebut.Tentu saja GADIS setuju.Sudah lama juga nggak main kayak gini,tapi aduh sial banget,baru juga satu kali jalan,GADIS udah "mati".
Wah,Nike tampak gembira.Dengan lancar dan lincah dia meneruskan permainan.Heran,dia gak "mati-mati"."Saya memang paling sering main congklak buat ngisi waktu santai.Kalau lagi ada di rumah,pasti sepupu-sepupu saya "todong" buat main",tuturnya...pantas!!Dia memang tampak enjoy banget main congklak.Obrolan santai pun mengalir deras dari mulutnya.Dia bercerita tentang awal keterlibatan dalam dunia musik dan film.Di film Si Kabayan dan Anak Jin,Nike ketemu pemain-pemain film kawakan,seperti Didi Petet,Rahmat Hidayat,dan Sena A.Utoyo.Senang?"Wah...asyik main film dengan mereka,bisa menambah pengalaman.Apalagi Kang Didi sama Kang Sena baik sekali.Mereka mau ngasih tahu tentang akting,dan mereka tuh tukang heureuy.Kalau lagi istirahat,saya suka diajarin main kartu,seru deh,"komentar Nike tentang lawan mainnya.Jam 11:00"Sekarang jalan-jalan yuk," ajak Nike akhirnya setelah bosan main congklak.Eh,ketika GADIS melewati ruang keluarga,lagi-lagi GADIS terpaku.Pandangan mata tertuju pada setumpukan surat-surat penggemar,banyak banget?"Iya,habis banyak yang belum dibales.Maklum,yang didahulukan surat-surat yang ada perangko balasannya.Soalnya kan sampai ribuan.Tolong deh GADIS sampaikan sama penggemar Nike,kalau mau cepat dibalas,selipkan perangko balasan,"tutur ayah Nike ikut nimbrung.Ini bukan berarti Nike pelit,tapi kalau setiap saat harus membeli perangko untuk ribuan penggemar,ya kebayang dong bakal bobol kantongnya donk.Oh ya,pengen tahu isi surat-surat tersebut? Ternyata banyak juga yang isinya cukup unik,seperti minta pekerjaan,minta sumbangan untuk biaya sekolah,pengobatan,dan macam-macam.GADIS,Nike,dan Cecep akhirnya melaju di jalanan dengan Taft GTS berwarna hijau tua.Mobil itu milik Nike.Maksudanya dibeli dari hasil dia bernyanyi."Jemput teman saya dulu ya,biar jalan-jalannya lebih meriah," pintanya.Maka mobil pun melaju ke arah jalan Buah Batu.Chika,sohibnya Nike,tampak sudah siap di depan toko dekat rumahnya.Rupanya mereka sudah janjian sebelumnya."Kenalkan saya Chika,temannya Keke.Ini Mbak Ria yang dari GADIS itu ya?Acaranya kemana nih?" Celoteh Chika bertubi-tubi.Wah bener,belum apa-apa sudah semarak.Kalau tadi Chika sempat penasaran ma kemana,mungkin kamu-kamu juga berpikiran sama: Nike ini kalau mengisi waktu santai mau ngapain aja?.Nah,penonton boleh kecewa,soalnya sebelum Nike kasih ide macam-macam,GADIS sudah nodong dia duluan untuk pemotretan dengan berbagai kostum."Kita foto di gedung sate aja ya? Pemandangannya bagus untuk latar belakang dan kita bisa sekalian istirahat,hawanya enak,sejuk," katanya.Nah,satu jam penuh,acaranya dipakai untuk pemotretan.Nike yang saat itu memakai celana yang bercorak bendera Amerika yang dipadu dengan sweater berwarna merah,tiba-tiba tersenyum jenaka.Rupanya ide ngaco keluar ketika dia melihat tukang bakso dorong lewat di depannya."Mbak,fotoin lagi saya jadi tukang bakso dong,"serunya sambil mendorong gerobak bakso.Wah wah,kalau tukang baksonya secantik Nike,bisa dikerubungi pembeli tuh.Acara pemotretan nggak cuma di jalanan.Lokasi lantas pindah ke halaman Gedung Sate.
Di sini kembali gaya Nike diabadikan,dalam berbagai pose dan busana.Dan asal kamu tahu saja,buat acara ganti baju,Nike nekat milih mobil buat kamar ganti.Untung kaca mobilnya gelap,kalo nggak...wah....bisa terjadi huru-hara!Jam 12:30Rombongan kembali meluncur ke arah Bandung Utara.Kali ini dia pengen ke lokasi yang jadi pilihan kalau ingin bersantai.Sayang,begitu sampai di jalan Setia Budhi dan mobil akan dibelokan ke Cipaku Indah (sebuah tempat rekreasi keluarga),Nike tampa ragu-ragu." Aduh,rame banget.Males ah,kita ke Lembang aja deh.Di sana juga ada tempat yang nyaman," ucap penyanyi yang akrab dengan rocker cewek Nicky Astria itu."Hubungan saya sama Teh Nicky seperti kakak-adik,soalnya dua-duanya sama-sama gak punya saudara cewek dalam keluarga,"katanya ketika ditanya soal keakraban yang cukup disorot ini."Makan dulu yuk,perut udah keroncongan," kata Nike,begitu sampai di daerah Lembang,GADIS sih,ayo-ayo aja,meskipun sebetulnya masih belum begitu lapar.Maklum sebelum jalan tadi,sudah diajak makan dulu di rumah Nike.Wah,ternya dia pesen makanannya banyak banget.Ada sate ayam plus bihun bakso."Dia tuh,makannya banyak.Pernah suatu ketika kita makan-makan.Ceritanya Nike lagi diet,mungkin gak kuat menahan lapar,eh makanan kita-kita yang masih sisa dihabisin.Padahal dia sendiri sudah makan banyak,"cerita Chika tentang sahabatnya."Hahahhahaha....abis saya nggak kuat diet,kelaperan," kata Nike yang punya sahabat empat orang itu sambil terbahak.Sayang,waktu itu teman-teman Nike yang lainnya gak ikut kumpul,kalau ngumpul semua pasti seru."Kalau Chika ini,selain teman main,juga teman sebangku di kelas.Saking dekatnya,kalau saya dan Chika lagi pengen ngeceng,pasti cowok yang diajak juga yang sama-sama bersahabat.Biar kalau jalan-jalan bisa bareng-bareng hehehehe," tambah cewek yang mengidolakan cowok berkacamata gaya,nggak suka merokok,cuek berat,dan "nggak romantis"."Pokoknya jangan yang banyak peletek jebred lah,"cetusnya,maksudnya jangan yang banyak basa-basinya.Sekarang udah ketemu belum sama cowok yang seperti itu? "Belum,tapi nggak akh.Sekarang mendingna berteman aja dulu," kata Nike,yang rupanya bukan cuma ogah pacaran,tapi juga ogah pindah ke Jakarta.Alasan Nike untuk keogahannya yang terakhir,selain takut salah jalan dan kesasar,juga dia males ketemu acara macet,bikin pusing! "Jauh lebih enak tinggal di Bandung.Hawanya nggak panas,dan di sini....saya banyak sahabat," kilah cewek yang mengaku agak kebingungan mengatur jadwal sehari-harinya.Antara show,sekolah,dan syuting film.Jam 15:30Waktu terus bergulir,dan di langit tampak awan mendung bergantung.Mobil kembali menyusuri jalan Setiabudi.Pas di belokan Gegerkalong,Nike menukik."Ke sini dulu ya,mau nanyain pesenan sepatu.Mudah-mudahan aja udah jadi," kata gadis yang ternyata punya hobby ke luar masuk Departemen Store ini.Tak lama perjalanan dilanjutkan kembali.Kali ini kami mengarah ke kampus ITB.Melihat lokasi yang cukup oke,sekali lagi acara pemotretan dilakukan.Mumpung lagi libur kampus,sepi!"Asyik ya.Nggak jadi mahasiswa ITB,tapi ada foto mejengnya,lumayan," katanya sambil bergaya dengan luwes.
Pantas dia bisa bermain film dengan wajar,habis gayanya di depan kamera nggak canggung sih.Tapi ngomong-ngomong,apa dia sudah siap,mau melangkah kemana jika satu saat nanti nggak sebeken sekarang?"Udah dong,itu kan resiko yang harus diperhitungkan.Pasti nggak enak kalau biasanya disenengin,tiba-tiba dilupakan orang.Maka harus ada usaha lain agar orang lain nggak lupa banget sama saya.Saya punya rencana akan beralih profesi.Saya ingin mendalami dunia model.Paling tidak,saya toh sudah punya pengalaman di GADIS sampul," katanya mantap.Jam 17:15Awan semakin gelap.Nike pun tampak penat sekali.Mengingat besok subuh,dia harus segera terbang ke Blora (Jateng) untuk show,terpaksa ketemuan dengan Nike diakhiri.GADIS pun berpamitan kepada Nike dan keluarga.?
Subscribe to:
Posts (Atom)